10 Fakta Unik Apresiasi Pendidikan Keluarga Kemendikbud 2018

Pada tanggal 24-26 Oktober 2018 Kemendikbud menggelar acara Apresiasi Pendidikan Keluarga yang pada puncaknya diadakan malam Apresiasi Pendidikan Keluarga 2018 di Plasa Insan Berprestasi. Saya mendapat undangan untuk turut serta dalam acara ini dan menjadi pengalaman perdana hadir di kantor kementrian. Serasa jadi artis yang masuk nominator oscar. Ada gapura kehormatan dan tukang foto yang memfoto semua peserta sepanjang turun bus sampai masuk gedung. Pada akhir acara pemotret tersebut memberi hasil foto kita, tapi jangan diharap gratis ada harga khusus yang bisa dinego. Tidak ada yang gratis di dunia ini, di Surabaya yang gratis hanya: Kasih Ibu, Oksigen dan Gragal (puing bangunan yang bisa dibawa pulang). 

Ada beberapa hal menarik selama tiga hari mengikuti acara di Jakarta, diantaranya: 

1. Ulos Persaudaraan
Ulos dari Saudara Jauh 
Tangan usil tidak pernah berhenti menggambar wajah para peserta termasuk panitia. Semua yang tercyduk saya share ke WAG para peserta. Ternyata karikatur dapat menjadi media persahabatan yang cukup unik. Menyenangkan dan menambah saudara. Adalah Truly Okto Puba dari Medan Pos datang menghampiri meja saya di pojok selatan. Seperti peserta yang request untuk dijadikan daftar tercyduk saya mengiyakan dan berjanji besok gambar jadi. Tidak disangka keesokan harinya saya mendapat kehormatan dengan menerima kain ulos kain tradisional legendaris dari Batak. Seorang kawan yang kebetulan antropolog plus peneliti berujar "Tenun Batak/Ulos itu mahal, ada makna di setiap motifnya. Jika itu pemberian, berarti orangnya menganggap kamu saudara" (Putra, 2018). 

2. Aang Avatar

Ang Avatar sekarang sudah besar 
Lama tidak tayang di televisi dan para pengemar menunggu film layar lebarnya (The Last Airbender) seri kedua, ternyata Sang Pengendali Angin sudah besar dan pindah ke Kalimantan. Sekarang menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi. Pertemuan awal dengan Aang yang tanpa didampingi Katara pada 24 Oktober petang di depan hotel Menara Penisula  Jalan Letjen S. Parman Kav. 78. Aang besar sedang mengendalikan angin di depan hotel. Ternyata doi termasuk salah satu mancing mania, semoga ada kesempatan untuk main ke Kalimantan dan uncal kat bareng di sana. 

3. Putaran Satu Kali Keliling Hotel

Jalan Satu Putaran 
Dari serangkaian acara di Hotel Menara Penisula pada tanggal 25 Oktober 2018 peserta diminta panitia berganti baju adat. Bus telah disediakan untuk mengantar para peserta menuju Kantor Kemendikbud. Bus sudah ditandai list peserta dari kategori lomba mulai berita, opini sampai feature. Peserta dari blog mengalami keterlambatan naik bus, mengingat berada pada nomor paling belakang. Kami yang sudah terlanjut berpakaian adat, seperti oraang karnavalan harus menahan panas dan ditambah bonus jalan kaki satu putaran melintas lantai basement hotel. Jika tujuh kali putaran kami sudah serasa menjalani thawaf di tanah suci. 

4. Odol Kesayangan Anak 

Odol Anak 
Diceritakan ada seorang bapak muda yang mendapat undangan acara ke Ibukota. Sudah satu bulan tidak bertemu dengan anak laki yang menjadi foto kopi dirinya dalam ukuran di perkecil. Untuk mengatasi rasa kangennya Papu (Panggilan Roikan Jr pada Bapaknya) membawa pasta gigi kesayangan putranya tersebut. Bahkan tidak hanya membawa, setiap mandi menggunakan odol rasa anggur tersebut meskipun pihak hotel telah menyediakan pasta gigi plus sikatnya bahkan. 

5. Hanoman dan Air Mineral

Hanoman Pembawa Air Mineral 
Hanoman/Anoman adalah tokoh lambang patriotisme dan kesetiaan tinggi dalam cerita Ramayana. Salah satu lakon terbaiknya dalam wayang kulit adalah Anoman Obong dan Anoman Tambak. Pada saat makan malam di sebelah barat Plasa Insan Berprestasi Kemendikbud ada berapa patung yang menggambarkan tokoh pewayangan. Arjuna, Gator Kaca, Petruk sampai Anoman. Yang menjadi perhatian saya adalah anoman Si Pembebas Dewi Sinta telah diisengi oleh orang dengan menyelipkan sebotol air mineral di tangannya. Jahil sedikit kreatif, namun saya rasa kurang etis. 

6. Galeri Gratifikasi

No Suap 
Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) menjadi masalah pelik yang dihadapi oleh Bangsa. Tidak terkecuali lembaga yang menaungi pendidikan se-Indonesia Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Ketegasan yang negara terapkan dalam bentuk tindakan antri KKN dan Stop Suap. Pada bagian timur Plasa Insan Berprestasi terdapat tempat khusus yang menarik perhatian: Galeri Gratifikasi yang berisi barang sitaaan dari para terduga tukang sogok untuk kelancaran suatu permintaan. Lebih keren lagi jika pada setiap item di beri foto, nama dan motif pemberi gratifikasi. Biar efek malunya lebih berasa. 

7. Pose Imut Juara Blog

Pose Centil 
Pemenang lomba blog Pendidikan Keluarga Kemendikbud 2018 telah mendapat apresiasi. Pada hari penutupan di panggil lagi para pemenang harapan dan Juara I,II, III untuk menerima trophy. Majulah para juara tersebut ke panggung diantaranya Lutfi Avianto (senang-sening.com) selaku juara I, Puri Fitriani (Emak Irit) selaku juara II dan Roikan (etnokartunologi) selaku juara III. Saat foto gaya bebas sama yang punya kamera kami ditantang apakah bisa foto gaya centil. Namanya juga manusia centil sejak lahir, kami bertiga mengeluarkan segala ekspresi kecentilan sesuai dengan kapasitas sebagai orang yang telah bukan remaja lagi. 

8. Tour Singkat bersama Tayo

Naik Tayo 
Sepulang dari acara malam apresiasi kita berangkat ke hotel menaiki bus tayo yang telah disediakan panitia. Nampak suasana lebih cair dan guyup dibandingkan pada saat keberangkatan. Canda tawa mewarnai sepanjang perjalanan tur singkat menelusuri jalanan malam ibukota. Seandainya trayeknya diganti tidak lagi dari Kemendikbud - Penisula, tapi dari Kemendikbud-Bandung-Jogja-Semarang-Penisula mungkin perut dan raut muka berubah total karena terlalu banyak ketawa. Apalagi saya duduk bersebelahan dengan peserta lucu dari Sumatra (pelaku teater yang pernah pentas di Surabaya dan pernah dipunggungin istrinya selama beberapa waktu akibat lalai menghilangkan tupperware kesayangan). 

9. Ibe Martin Si Manusia Ujung Selatan tanpa lelah

Si Ibee Manusia Unlimited Power 
Jaminan Mutu, Serba Guna dan Tahan Lama. Itulah slogan yang sekilas mirip iklan baterai namun ini untuk peserta asal Rote yang super enerjik. Tidak hanya aktif di WAG tapi saat pelaksanaan acara lebih terlihat atraktif dan yang tidak kalah keren aktivitas mengabadikan gambar dilakukan sepanjang waktu. Ketika yang lain mengeluh baterai smartphone habis, beda dengan pemuda jombloh (high recommended Jomblowan) salah pulau ujung selatan NKRI ini malah lebih banyak shooting video. Tanpa terlihat aktivitas isi ulang baterai, mungkin teknologi smartphonenya masuk revolusi 5.0 ala Wakanda. 

10. Sapaan Akrab Ibu Panglima TNI

Dialog sesama orang Malang 

Saya asli Lamongan, setelah pindah KTP menjadi orang Malang masih ada beberapa adaptasi menjadi warga Malang. Sama-sama dari Jawa Timur, namun ada beberapa perbedaan dalam penggunaan bahasa keseharian. Malang terkenal dengan bahasa walikan (bahasa yang dibalik: BAKSO jadi OSTAB, SOTO jadi OTOS, dan lain-lain). Mereka menerapkan tanpa berpikir langsung spontan jadi terbalik. Pada malam apresiasi penyerahan yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Muhadjir Effendy. Bayangan awal saya yang menyerahkan hadiah nanti adalah Pak Menteri. Panitia penyelenggara berkata lain. yang menyerahkan adalah Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Ibu Panglima TNI selaku ketua umum Dharma Pertiwi. Terjadi dialog singkat saat: 

"Asal mana Mas?"
"Malang Jatim Bu"
"Lho Saya Singosari...oalah"
"Kulo Arjowinangun Bu, selatan Nggadang" 

Itulah beberapa hal menarik selama bertandang ke Jakarta. Bertemu hal baru, kawan yang menyenangkan dan melihat secara langsung bagaimana gila kerjanya orang Ibukota. Semoga tahun depan diberi kesempatan untuk mengikuti acara serupa. Salam Literasi. 




10 Fakta Unik Apresiasi Pendidikan Keluarga Kemendikbud 2018 10 Fakta Unik Apresiasi Pendidikan Keluarga Kemendikbud 2018 Reviewed by roikan soekartun on 10:32 PM Rating: 5

2 comments

  1. Wah baru tahu ada galeri gratifikasi mas, yaah ngga liat..iyaa padahal aku dan Inggrid duluan nongol di bawah lho eh malah telat naik bus nya encok pakai high heels huhu

    ReplyDelete