Advertisment

Monday, July 16, 2018

Penanggungan Puncak Pawitra: Gunung Cilik Mekithik Rasa Piknik

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di pulau Jawa yang memiliki beragam pesona alam, termasuk gunung. Tercatat ada beragam gunung yang menjadi tujuan pendakian banyak kalangan yang membentang dari barat menuju ujung timur. Ada Gunung Lawu, Gunung Wilis, Gunung Welirang-Arjuna, Gunung Semeru, Gunung Argopuro, Gunung Raung, Gunung Lamongan, dan Gunung Penanggungan. Tulisan ini membahas tentang Gunung Penanggungan. Gunung penanggungan oleh para pendaki di sebut sebagai miniatur dari mahameru, pandangan seperti itu juga diberikan kepada Gunung Lamongan. Penanggungan itu serba tanggung, disebut gunung ya terlalu rendah, disebut bukit ya ada cekungan kawah yang tertidur. 
Penanggungan Puncak Pawitra dilihat dari Prigen  

Dikisahkan saat melakukan relokasi, dewa juga membutuhkan lokasi baru untuk produktivitas kali ya. Puncak Himalaya akan dibuat cabang di tanah Jawa Dwipa bagian timur. Maka Batara Guru saat itu memindahkan sepotong puncak himalaya, terbang melintas di tanah Jawa. Karena dibawa dengan tangan kosong, beberapa bagian puncak akhirnya jatuh ke bawah. Maka terbentuklah deretan pegunungan yang melintasi Pulau Jawa bagian selatan. Ada satu bagian yang terjatuh sendiri di daerah Trawas dan itulah cikal bakal dari Gunung Penanggungan. 

Akses menuju penanggungan dapat dilakukan dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Khusus untuk angkutan umum, selepas dari terminal Pandaan kita dapat naik angkutan desa menuju Desa Tamiajeng-Trawas. Saya sendiri sudah lebih dari 20kali naik puncak Penanggungan, dan puncak pendakian terjadi semasa SMA (awal 2000-an). Saat itu, jika malam minggu kita di terminal Pandaan berdatangan anak muda yang memanggul tas besar dan naik angkutan desa menuju Tamiajeng. Salah satu tempat yang menjadi favorit pendaki untuk perbekalan adalah Warung Mak Ti yang terletak di depan Balai Desa Tamiajeng. Saya masih ingat, masa itu selepas malam dari Desa Tamiajeng kita dapat melihat deretan cahaya dari lampu senter di sekitar punggung gunung. Jika kita membawa motor, dapat menitipkan di Warung Mak Ti, kalau terlanjur kemalaman dapat dititipkan pada penduduk sekitar. Penduduk sangat respek dengan para pendaki.