Laptop Tipis untuk Produktivitas Maksimalis: ASUS Trio UX Zenbook

"Hidupilah diri dengan mengisi alam semesta" 
                                                Kodo Sawaki 

Perjumpaan saya pertama kali dengan komputer jinjing pada tahun 2006. Laptop besar segede gaban dengan memori hanya 80 gb sudah dinyatakan terbaik pada masanya. Saat itu saya kuliah S1 di UNAIR Surabaya, mengikuti lomba karya tulis mahasiswa dan oleh salah satu anggota kelompok saya dipinjami sebuah laptop untuk melanjutkan mengetik paper yang akan dilombakan daripada harus begadang di rental komputer. Karena pada era itu, hanya sedikit mahasiswa yang memiliki laptop, rental komputer menjadi pilihan mengerjakan tugas apapun. Tidak heran saat pertama kali memegang laptop tersebut kagum bukan kepalang melihat perpaduan antara layar monitor dengan PC kotak. Teknologi fusion ala Dragon Ball tersebut disebut komputer jinjing atau laptop. Ada pula yang menyebutnya notebook yang selanjutnya punya adik kecil bernama netbook
5 Tanda Harus Ganti Laptop 
Bagi seorang yang bekerja dalam dunia tulis menulis dan desain grafis. Laptop menjadi benda penting (important stuff), pendukung aktivitas utama. Laptop yang baik harus memberikan kenyamanan dan daya dukung kerja yang baik pula. Aktivitas saya saat ini lebih banyak berkutat kepada laptop dan alat gambar termasuk alat pancing jika ada waktu luang. Pagi bekerja di kampus sebagai asisten peneliti yang punya kewajiban membaca dan menulis. Proposal, laporan dan artikel. Sore sampai malam mengajar di bimbingan belajar. Setelah itu aktivitas berlanjut dengan mengetik ataupun menggambar. Tidak heran laptop menjadi barang bawaan yang selalu setia berada di tas. Bayangkan jika punggung ini kurang push up atau asupan kalsium, rutinitas dua kantor bisa mempengaruhi postur setelah 15 tahun bekerja. Itulah salah satu urgensi saya untuk upgrade laptop yang ultra nan tipis. 
Curahan Hati Kartunis Digital Amatir 
Satu tombol di keyboard tidak berfungsi saja bisa sangat mengganggu, apalagi jika ditambah baterai cepat drop, lemot, cepat panas sampai bisa buat memanaskan kopi. Tentunya itu sangat mengganggu. Itulah beberapa indikator saatnya ganti laptop. Kasih hashtag 2019gantilaptop dan 2019upgradelepi. Ada beragam merk yang dapat menjadi pilihan. Beberapa kawan penulis dan desain grafis merekomendasikan dari pengalaman sendiri untuk memilih laptop ASUS.

Kenapa memilih ASUS? 
ZenBook Series
ASUS memanjakan konsumen dengan mobilitas tinggi yang mendukung efisiensi dengan laptop tipe Zenbook yang tipis dan paling ringkas di kelasnya. Ada beragam pilihan layar tergantung kebutuhan dan selera dari 13, 14 dan 15 inci. Tipis tidak berarti lambat, justru kecil tapi gesit. Secara operasional dilengkapi dan diperkuat dengan prosesor terbaru intel Core generasi ke-8, baik Core i5 maupun Core i7.  ZenBook Series mempunyai slogan Less in the New Luxury: The World’s Thinnest Convertible Laptop. Ada beragam keunggulan dari seri ini yaitu: Desain ultra tipis dan ringan, Umur baterai 3x lebih lama, Pemindai sidik Jari tanpa password, Teknologi Layar IPS, USB 3.1 Type C, Ultra Ringan dan Sonic Master Premium. SonicMaster Premium Technology memanjakan telinga saat menonton film atau mengerjakan tugas sambil mendengarkan musik. Ada 4 speaker dengan kualitas tinggi dengan tenaga dua amplifier pintar. Hasilnya suara yang dihasilkan 2,5 kali lebih kencang dengan hasil suara premium. Volume suara maksimal tanpa distorsi untuk suara yang jernih dan kuat. 
Still Got The BLUES 

Kata orang Jawa “ono rego ono rupo” (ada harga ada rupa), ingin barang yang berkualitas dengan harga yang murah hanya ada di alam khayal dan dunia permalingan. Tentu saja itu tidak baik untuk berkah rejeki keluarga. Laptop performa tinggi keluaran ASUS pada seri Zenbook berdasarkan informasi dari Toko Hartono Elektronik Surabaya setahun yang lalu ada beragam variasi harga. Tipe terdahulu sebelum keluar Zenbook UX333, UX433 dan UX533 ada enam tipe Zenbook. Zenbook Pro UX550VD dengan Intel Quad Core i7-7700HQ Processor seharga 26 jutaan. Zenbook 3 Deluxe UX490UA diperkuat Intel Core i7-8550U Processor seharga 25 jutaan.  Zenbook Flip S UX370UA seharga 25 jutaan. Zenbook Flip UX461UN/UX360UAK seharga 19 jutaan. Zenbook UX430UN seharga 18 jutaan dan Zenbook UX410UQ seharga 15 jutaan. Untuk mendapatkan salah satu laptop tersebut perlu perjuangan menyisihkan beberapa persen dari gaji dan honor orderan demi impian mempunyai laptop idaman yang tipis tapi performa maksimalis.
Super Tipis Handal Untuk Grafis 


Trio Zenbook keluaran terbaru pada awal tahun 2019 dapat menjadi salah satu pilihan yang direkomendasikan. ASUS Zenbook UX333, UX433 dan UX 533. Ketiganya dinobatkan sebagai laptop yang ultra tipis dan ultra ringan serta ada pilihan ukuran layar 13,14 dan 15". Tidak ada lagi keluhan punggung sakit saat membawa laptop di dalam tas ransel. Tipis tapi nyaman untuk mengetik dan menggambar. Itu semua berkat  NanoEdge Display juga membuat laptop tersebut memiliki screen-to-body ratio yang sangat tinggi, yaitu mencapai 95 persen sehingga layarnya terlihat lebih lega dan hampir tanpa batas. Ngetik malam dalam gelap-gelapan pun bisa. Bagi orang dengan tangan sebesar pisang ambon seperti saya ukuran 15" menjadi pilihan yang tepat untuk mendukung kelincahan tangan saat menari di atas keyboard yang super nyaman. Untuk kecepatan optimal dan daya kerja tinggi ketiganya sudah dilengkapi Prosesor Intel Core generasi ke-8 yang hemat daya. Jangan kuatir kehabisan baterai, karena tahan sampai 9 jam.  Untuk urusan grafis bukan game/render video, hanya photoshop atau edit kartun tipis-tipis tidak perlu kuatir. Ultrabook ini dilengkapi dengan chip grafis dari NVIDIA dan menggunakan penyimpanan M.2 NVMe PCIe SSD yang sangat cepat.


Zenbook dan produktivitas 
Seperti tiga huruf di depan yang mewakili guru Zen, seorang filsuf besar dari Jepang yang mengajarkan eksistensi manusia. Satu kutipan dari buku 'Zen untuk Pemula' yang saya baca adalah "Saya melihat gunung, gunung melihat saya". Pernyataan yang sederhana namun sarat makna. Ajaran Zen jika diterapkan lebih jauh dapat meningkatkan produktivitas. “Kita memberhentikan orang yang tidak pernah berhenti mencari sesuatu di luar dirinya, dan melatih tubuh kita seakan-akan tidak mencari apapun. Itulah Zen”. Hari ini semua dituntut untuk lebih cepat dengan didukung oleh produktivitas tinggi. Perlu ‘senjata’ handal untuk meningkatkan kinerja. Sebagai seorang peneliti, blogger sekaligus kartunis saya merasa perlu memiliki peralatan yang dapat meningkatkan produktivitas. Laptop yang lemot dan mudah panas menambah panas batin dan mengganggu mood saat bekerja. Seperti halnya Sage Cohen dalam bukunya yang berjudul “The Productive Writer: Tips and Tools to Help Your Write More, Stress Less and Create Success” (2010) stres berpengaruh pada tingkat produktivitas seseorang. Agar dapat produktif butuh formula khusus. Formulasi The 3 Ps of Productivity (Pleasure, Possibility and Prosperity) ampuh untuk semangat berkarya.  Pleasure adalah bagaimana kita bisa menikmati apa yang sedang kita lakukan jika tidak ada ketertarikan dan keinginan untuk konsisten. Possibility merupakan kemungkinan dan kesempatan yang harus kita raih untuk meraih mimpi, apalagi bagi generasi milenial pada usia produktif. Prosperity demi tujuan tercapainya kemakmuran, sugih tanpo bondo dan gaya hidup sederhana asal ceria. 

Ketik Bisa Sentuh Bisa ASUS Flip
Untuk orang yang sedikit ugal-ugalan seperti saya bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan setelah membeli laptop. Garansi, servis dan ketersediaan suku cadang adalah keunggulan ASUS. Pasca pembelian jika terjadi kerusakan dan ingin mengurus garansi ada ASUS Servis Center yang tersebar di 28 kota dengan didukung oleh ASUS Service Partner yang di hampir seluruh kota di Indonesia. Istimewanya tanpa perlu bolak-balik telepon atau mendatangi tempat servisnya, kita bisa memeriksa status servis dengan mengunjungi situs: rmastatus.asus.ac.id. Jadi tunggu apa lagi, sisihkan beberapa rupiah bulananmu untuk memiliki laptop idaman: ASUS Trio UX Zenbook.

#ZenBookID  #2019PakaiZenBook




Laptop Tipis untuk Produktivitas Maksimalis: ASUS Trio UX Zenbook Laptop Tipis untuk Produktivitas Maksimalis: ASUS Trio UX  Zenbook Reviewed by roikan soekartun on 12:32 AM Rating: 5

No comments