Geger Omnibus Law dan Lagu Mister Hamster (Apples in The Wonderland)

"Love is a diamond, so I'll give it.. to the higher bid"

Buruh, tani, mahasiwa kaum miskin kota bersatu padu rebut demokrasi. Itulah sepotong lagu yang dinyanyikan saat ospek. Lagu perjuangan untuk mahasiswa baru agar kenal bagaimana kerasnya kehidupan di kota. Semua bekerja keras agar tetap hidup, tidak di desa dan di kota. Berangkat pagi pulang malam, ada juga yang berangkat malam pulang pagi. Malah ada yang tidak pulang-pulang sampai tiga kali puasa dan tiga kali lebaran. 

Apples in The Wonderland 
Sebuah band indie label yang saya kenal sejak tahun 2011 asli Surabaya bernama Apples in The Wonderland. Sebuah band unik karena secara aliran menyajikan musik yang riang dan ceria walau lagunya kadang terasa sedih di lirik. Band ini berisi personel diantaranya Le'Bonc (vocal), Rommy Arella (guitar), Eka Prasetyawan (guitar) dan Fatique (drum). Hingga postingan ini dibuat, saya sendiri mempertanyakan apakah band ini masih ada atau telah bubar sebagaimana band indie lainnya. Di kanal Kamar Rena Soundlab saya menemukan eksistensi band ini pada tahun 2016 saat membawakan lagu Boys Don't Cry dengan personil berikut nama julukannya: Eka Prasetya as Razor Blade Guitar, Lebon'c as A Romantic Man, Gus Kenthus as Assassin Bassist, Big Fatique as Loyal Nation Drummer, dan John Raditya as Skinny Joe. 

Simak: Mr Hamster - Sebuah anthem sederhana untuk para "Working Class Heroes"

Selain lagu Elize, Berita Cuaca dan My Black Valentine ada lagu yang menarik perhatian saya. Lagu tentang kerja keras untuk keluarga. Kerja keras menjadi pembuktian untuk pacar dan calon mertua. Lagu berjudul Mr. Hamster. Berikut tafsir amatiran lirik lagu yang secara aransemen membangkitkan semangat hidup ini. Tidak lirik manja tapi lirik yang penuh nilai optimis. 

Inilah Tuan Hamster yg s'lalu terburu-buru..
berlari di atas roda yg terus berputar-putar..

Tak pernah lelah.. Ia pantang menyerah
berputar-putar mengejar.. ekornya sendiri

Sebuah gambaran para pekerja keras, karyawan teladan, loss anti rewel yang rela berangkat pagi buta pulang malam hari. Pantang mengeluh karena peluh dan capeknya untuk keluarga. Karena mereka menyadari bahwa hidup itu seperti roda yang berputar. Kadang di bawah kadang juga di atas. 

Dan pesan Nona Hamster masih terngiang-ngiang
"Jangan menyerah.. Jangan menyerah, Sayang.."

"Love is a diamond, so I'll give it.. to the higher bid"
Dia tertawa mendengar.. Mr hamster berkata:


"Someday I'll pick you with my BMW..
I'll be rich.. I'll be succeed..
We'll be married and have kids..

Someday I'll be someone who not living on the run..
I'll be the boss... and I will build my own house...
(and I'll take you to my house..)"

Harta yang paling berharga bagi bapak muda yang menjadi tulang punggung -tanpa nomer punggung- adalah keluarga dan senyum anak istrinya. Petuah dan segala kecerewetan bagian keuangan rumah menjadi cemeti yang bisa memacu untuk bergerak lebih keras dan keras. Terlebih yang masih harus mewujudkan baragam impian maka bekerja keras bukan main-main. 

Dan Senin s'lalu kembali s'belum minggu berlalu
Betapa cepat waktu memacu hari-harinya

Seekor hamster yang baik tak pernah merasakan
Nikmatnya tidur siang,, di hari Rabu yg tenang?

Kerja keras bagai kuda membuat hari berjalan begitu cepat. Tiba-tiba Jumat, bagi karyawan yang bekerja 5 hari itu berkah. Bagi yang bekerja 6 hari itu sudah biasa karena hanya bisa merasakan sedikit rileks dan berkualitas dengan keluarga pada hari minggu nan rindang. 

Mimpi itu terus datang berulang-ulang :
"Sebutir cinta yang berkilau bagai emas permata.."
Pesan Nona Hamster masih terngiang-ngiang..
"Sepotong cinta saja takkan bisa membuat kita kenyang!"

Ambisi dan mimpi tidak hanya ditempatkan pada angan. Perlu direalisasikan dalam perbuatan. Mengejar mimpi dengan penuh cinta. Tapi cinta saja bukan sebagai jaminan, perlu kerja dan kerja setiap harinya agar persemaian cinta menjadi lebih subur lagi. 

Berbicara tentang kerja dan budaya kerja di tanah air. Ada pandangan kerja berseragam dan ikut negara itu impian. Ada yang menganggap ikut perusahaan asing itu penting dan tidak sedikit yang mempunyai impian bekerja mandiri. Tanpa ada yang mencampuri. Semua bisa terwujud asalkan ada niat dan kemampuan. Tapi ada yang perlu diperhatikan. Waspadalah waspadalah pada iklim usaha, kebijakan dan segala pernak perniknya. Baru-baru ini terjadi kontroversi tentang pengaturan tentang pekerja di Indonesia. 

Omnibus law adalah RUU Cipta Lapangan Kerja yang mengamandemen UU No. 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja. RUU ini di twitter disebut oleh netizen yang terhormat sebagai CIpta LApangan KerjA (cilaka). Seperti lagu Kornchonk Chaos celaka yang artinya cerita laki-laki kalah. Ada kekuatiran tentang hubungan ketenagakerjaan hingga gaji bulanan. Ada kekuatiran dihapuskannya upah minimum. Ada  pemberlakuan upah perjam. Kalau di kerjaaan sore saya yang kantor sore disebut upah per KBM dan kalau di kantor pagi saya ketika ada event diklat disebut upah per JP (Jam Pelajaran). Status karyawan semakin merana. Jam kerja yang berpotensi untuk bekerja di luar kewajaran. Dikuatirkan dengan hadirnya RUU ini melahirkan Mr. Hamster yang lain. Yang semakin lelah berlari mengejar ekornya dan tidak pernah merasakan nikmatnya tidur siang di siang hari yang tenang. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Geger Omnibus Law dan Lagu Mister Hamster (Apples in The Wonderland)"

Post a Comment