Mari Mengenal Medan Pendakian Gunung Kawi via Precet

Jawa Timur sebagaimana daerah lain di pulau Jawa lainnya mempunyai banyak gunung. Sungguh sebuah berkah bagi anda yang suka atau hobi naik gunung. Menggunakan 'baju dinas', memanggul tas ransel besar (keril) dan menapak selangkah demi langkah dengan sepatu gunung. Dulu saya pernah merasakan naik gunung dengan peralatan apa adanya. Rasanya menderita tapi itu sisi nagihnya. Kini atas nama keselamatan pribadi dan tim mendaki gunung harus mengikuti standar keselamatan. Wajib pakai sepatu gunung, bercelana berbahan bukan jeans, membawa peralatan masak, logistik, tenda dan sleeping bag. Mei 2021 setelah sekian lama tidak naik gunung, saya coba tes dengkul mendaki gunung Kawi via Precet Wagir. Simak pengenalan lapangan, siapa tahu berguna untuk yang ingin mendaki melewati jalur yang lumayan berat ini. 



Dari Malang Kota kita melipir ke barat menuju Wagir. Bukan Jagir, kalau Jagir itu tempat saya biasa mangkal mancing di Kota Surabaya. Tapi Wagir, daerah yang terkenal peternakan sapinya. Basecamp Precet terletak tidak jauh dari sebuah pabrik susu sapi bermerk Greenfield. Di Basecamp kita bisa menitipkan motor dan mengurus simaksi. 
Jalur awal yang harus dilalui melewati perkebunan dengan kontur yang naik turun. Sebagai pemanasan, kita melewati jalur motor yang di kanan kiri tumbuh rumput gajah dan semakin keatas ada perkebunan modern dengan tanaman kubis. 
Setelah itu kita memasuki area pinus. Cukup rindang dengan jalan yang mulai menanjak, sesekali menemukan jalan lurus dan menurun. Ada jalur setapak yang berlubang di tengah karena ban motor yang sering lewat di sana. Pastikan sepatu gunung anda mempunyai grip dengan daya cengkram yang kuat. Karena jalur ini lumayan licin dan berlumpur. Setelah itu kita memasuki batas rimba dengan tanaman seperti kanopi alami yang menandakan hutan rapat sudah di depan kita dengan medan yang semakin menanjak. 


Pos I merupakan tanah datar dengan pepohonan tinggi menjulang. Ada air dari pipa yang bisa kita jadikan tempat pemberhentian sejenak untuk melepas lelah dan mengambil air. Ingat tubuh kita ketika mendaki perlu minum banyak air agar tidak dehidrasi dan mendapat sirkulasi energi yang optimal. Di Pos ini ada satu peraturan tak tertulis yang terserah kita patuh atau tidak, tapi sebagai tamu wajib dihargai. Jika pendakian dalam tim berjumlah ganjil, maka salah satu kawan pendaki harus menjalani ritual 'potong' leher dengan pisau tumpul yang telah disediakan. Atau cukup dengan kayu/tongkat untuk sekadar digesekan ke leher. Bagi yang tidak percaya tidak melakukan juga tak apa. Yang penting saling menghargai. 
Menuju pos kedua perjalanan mulai menanjak. Dan inilah mulai pendakian sesungguhnya. Pepohonan nan rimbun tinggi menjulang. Sesekali kita bisa menemukan jalan bonus. Maklum melewati punggungan gunung. Trayeknya naik turun dan ada yang datar dengan jurang menganga di sebelah. Waspada melewati jalur seperti ini dan tidak dianjurkan untuk berjalan ketika hujan badai. Pos 2 bisa memuat setidaknya 7 tenda dengan tiga lapisan tanah datar yang terletak dekat plakat tulisan. Di sini sudah tidak ada air sampai puncak. Air hanya tersedia lewat pipa yang lewat di jalur menjelang pos pertama dan pertengahan antara pos 1 ke pos 2 menjelang tanjakan tajam. 


Menuju pos 3 jalan semakin menanjak. Menguras tenaga dengan pepohonan yang berganti ilalang dan kaliandra. Tidak ada lagi jalan bonus. Semua serba menanjak. Sampai pada satu dataran dengan plang kayu bertulis pos 3. Setelah itu, untuk menuju puncak butuh perjuangan ekstra. Jalur super curam dan ada beberapa ruas jalur yang terpasang tali. Untuk itu kita selalu perlu hati-hati. Ketika pohon sudah mulai jarang dan ada tikungan di punggungan, tinggal belok kiri dan itulah puncak yang dicari. Puncak Watu Tulis. 

Estimasi biaya pendakian: Transport dan akomodasi perorang kurang lebih 100 ribu (murah meriah). Makan masak sendiri, ada warung di dekat base camp 
Waktu yang dibutuhkan untuk pendakian santai sampai pos 2 kurang lebih 4 jam dengan kecepatan standar. Jika ingin tektokan pastikan berangkat pagi dan bisa 8 jam untuk perjalanan santai naik turun. Pantangan selama pendakian: sumbar dan misuh (nantang dan berkata kasar). Selamat mendaki, kurangi sambat perbanyak giat. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mari Mengenal Medan Pendakian Gunung Kawi via Precet"

Post a Comment