Kindle Fire Gen 5: Nonstop Musik Semarang - Surabaya

Salah satu produk keluaran Amazon yang saya suka adalah Kindle. Tidak hanya sebagai alat untuk membaca buku. Ada tipe Kindle Fire yang dapat menjadi sarana membaca sekaligus menawarkan banyak hiburan. Tampil dengan penuh warna dan sekilas tidak bedanya dengan tablet biasa. 


Pada akhir Juni 2019 saya melakukan perjalanan malam dengan menumpang bus dari Semarang menuju Surabaya. Hiburan dalam bus tidak ada karena biasanya televisi layar datar dengan segala dangdut koplonya sengaja dimatikan. Karena tidak masuk dalam jam tidur dan untuk membunuh sepi saya menyalakan musik melalui kindle fire gen 5 yang saya bawa. Sampai di Surabaya saya cek indikator baterai ternyata perjalanan dari pukul 19:00 WIB sampai 03:00 WIB hanya menghabiskan daya sebesar 25 persen. Tentu saja saat mendengarkan musik menggunakan headset dan pada volume 35 persen, terlalu bising juga mengganggu kenyamanan diri sendiri meskipun untuk pada ranah privat.  

Kindle Fire gen 5 ini menjadi pengganti dari Kindle Fire gen 1 saya yang sampai sekarang bisa nyala tapi layar sentuhnya tidak bereaksi. Efek memberikan gawai pada anak yang belum pada masuk usianya. Setelah digunakan tole untuk melihat video kereta api mendadak kindle gagar otak. "Hape papu habis tertabrak truk gandeng" itu pernyataan spontan dari si bocah yang sekarang sudah mulai kecanduan tayangan anak di youtube. 

Selepas gerak jalan mojosuro 2018 ada seseorang yang menawarkan kindle fire yang eror. Menjadi teknisi software sekaligus pahlawan penyelamat dadakan akhirnya kindle firenya bisa berpindah tangan. Sebuah kindle generasi kelima, lebih bungsu dari kindle fire yang biasa saya pakai. Secara spesifik kindle gen 5 menggunakan Alexa dan Fire OS 5.3.6.4. Kecepatan lebih dalam bermulti media dengan kapasitas internal 8 gb yang dapat ditambah memori luar sampai ratusan giga lewat soket mikroSD. Penggunaan kamera menjadi hal yang kurang penting karena hanya dua megapixel. Ponsel jadul saya saja sudah 5 megapixel. Tak apalah sebagai pelengkap walau hasil gambar cenderung buram. 

Kindle fire 5 gen saya manfaatkan untuk browsing artikel dan membaca berita di warkop dekat kos karena sudah terintegrated wireless LAN. Pasword wifi ada di kertas kecil dekat krupuk yang digantung dan secara berkala diganti. Untuk hiburan mendengarkan musik, menyimpan foto dan melihat video anak-anak. Selebihnya ketika membaca saya masih menggunakan kindle touch, musiknya menggunakan kindle fire (ciri manusia serakah gawai). Walaupun menggunakan RAM hanya 1 GB tidak menghalangi kecepatan dan kepuasan mendengarkan musik. Sudah ada amazon music yang terpasang otomatis, namun demi kejernihan suara dan iseng equalizer saya menggunakan aplikasi Pi Music yang dapat diunduh via Amazon App Store. 7 Jam sebagai batas kekuatan baterai kindle fire gen 5 dalam pemakaian wajar. 8 jam menjadi waktu mendengarkan serangkaian playlist random selera musik saya. Dari band indie, blues, radiohead sampai audiobook yang mendengarkan orang bicara sampai tertidur. Kindle ini masih beredar di pasaran, jika anda ingin memilikinya saran saya cari yang bekas dengan pemakai yang wajar dan bukan gamer. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kindle Fire Gen 5: Nonstop Musik Semarang - Surabaya "

Post a Comment