Pantai Kuta Mandalika: Lombok Rasa Kenjeran (Blakraan ke Lombok Bagian 6-End)


Selain Gili Trawangan dan Trio Gili yang sedang banyak dibicarakan para wisatawan yang ingin menjelajah Lombok, ada pantai Kuta yang jadi tujuan para pelancong. Bukan Kuta Bali tapi Kuta Lombok yang lebih terkenal dengan sebutan Kuta Mandalika. Pantai ini dapat diakses dari Bandara Lombok dengan kendaraan roda dua atau empat dan waktu tempuh kurang lebih 40 menit. Melewati jalanan naik turun dengan perbukitan yang indah. 

Sore di Kuta 

Ada sebuah gapura bertulis selamat datang di Pantai Kuta, setelah itu kita disambut dengan patung orang selancar pada jalan lingkar yang menghubungkan berbagai pantai eksotis sekitar Lombok Tengah. Selepas dari kunjungan singkat ke Pantai Seger perjalanan berlanjut ke Pantai Kuta Mandalika. Pantai ini cukup ramai dibandingkan dengan Pantai Seger. Ada parkiran, hotel kelas menengah, rumah makan dan toko souvenir. Sekilas suasana jalan menuju pantai mirip di Bali. 
Cocok untuk Ultralight Fishing 

Sisi dekat parkiran, pasir pantainya tidak seputih Pantai Seger. Ada tiga sisi yang dapat menjadi pilihan untuk menikmati suasana sore. Sisi parkiran, sisi tengah dengan batuan terjal dan sisi timur yang terhampar pasir putih luas. Ada kawasan hotel dekat pantai yang di bagian depannya dapat melihat wisatawan luar negeri bercengkrama sambil duduk atau tiduran di pasir. Semoga ke depan pantai ini tidak ada sekat antar wisatawan. 
Senja Sendu 

Saking ramainya hari minggu di 20 Oktober 2019 itu, sekilas saya merasakan tidak sedang berada di Lombok tapi berwisata di Pantai Ria Kenjeran. Pantai yang cukup tersohor di Kota Surabaya. Apalagi kawasan watu watu kenji kita bisa duduk di tepi pantai sambil menikmati sajian lontong kupang es degan dan membawa pulang krupuk atau ikan panggang. Toko souvenir juga ada di dekat sisi barat Pantai Kuta Mandalika. Ada penjual kaos dan kain tenun khas Lombok yang berkeliling. Tidak ketinggalan anak-anak yang menjual gelang tenun yang menghampiri setiap pengunjung. 


Kuta Mandalika

Pantai ini tidak lepas dari tindakan 'usil' dan kurang layak dari pengunjung yang masih membuang sampah sembarangan. Ada tindakan vandal, corat coret batuan di bagian tengah. Jika ingin ketenangan di tepi pantai, cobalah datang selain hari libur. Atau malam hari sekalipun dijamin pantai lebih gembira dengan sajian musik live dari cafe-cafe terdekat. Lombok membawa cerita yang berkesan. Semoga ada waktu untuk berkunjung kembali tentu saja mengajak keluarga. Agar anak-anak kenal pantai dan suka alam terbuka. Budayakan mengenali alam luar kepada anak sejak dini. (End). 




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pantai Kuta Mandalika: Lombok Rasa Kenjeran (Blakraan ke Lombok Bagian 6-End) "

Post a Comment