Kereta Tumapel 10k : Malang-Surabaya Budal Peteng Muleh Peteng

Beraktifitas lintas kota bagi sebagaian orang adalah biasa. Pemandangan setiap pagi di terminal. Sebelum subuh sudah ada calon penumpang lintas kota yang berburu bus pertama. Stasiun kereta penuh para penglaju sejak matahari belum terbit. Itulah realitas kehidupan. Meninggalkan keluarga sejenak untuk beraktivitas di luar kota itu sebagai bentuk petualangan hidup. 

Malang 04:25 WIB 


Setelah menikmati momen bersantai dengan keluarga dalam libur Natal Tahun Baru (Nataru 2020/2021) rutinitas bekerja di Kota Pahlawan kembali harus dijalankan. 


Kali ini saya naik kereta api paling pagi di Stasiun Kota Malang. 6 tahun silam ketika masih menjadi penglaju Malang-Jogja datang/pergi dari/ke stasiun maupun terminal menjadi hal rutinitas setiap minggu. Datang mruput pukul 04:00 WIB ketika banyak orang Malang masih terlelap aktivitas di sekitar stasiun kereta api depan patung Singa di Kota Malang mulai menggeliat. Penjual bakpao sudah sibuk menawarkan dagangan roti putih dengan varian rasanya di pintu masuk sebelah barat mesin ATM. Tukang parkir mulai sibuk menata motor yang semakin berdatangan. Semua berjalan seperti terpola pada ritme tertentu. Itulah seni para penglaju. 

Para Pejuang Subuh 


Masa pandemi COVID-19 yang sempat melumpuhkan kegiatan masyarakat pada pertengahan tahun 2020, masih menyisahkan dampak. Perubahan hidup dan kebiasaan melalui ubah perilaku di era new normal sudah terjadi. Termasuk dalam menggunakan transportasi. Angkutan umum sempat mengalami penurunan penumpang dan segala pembatasan bahkan pembatalan keberangkatan. Terlebih armada udara yang ditunding sebagai pintu masuk virus pada awal pandemi. Pemesanan tiket lebih banyak menggunakan sistem daring untuk mengurangi kerumunan dan kontak fisik. Termasuk dalam pemesanan tiket kereta api. 

10 ribu

Era digital sudah tidak jaman mengular mengantri di depan loket. Tiket sudah terpesan beberapa jam bahkan hari sebelum keberangkatan kereta. Masuk stasiun tinggal pindai kode di mesin depan pintu masuk setelah sebelumnya diperiksa suhu oleh petugas. Jangan heran jika kita melihat pemandangan orang turun dari kendaraan langsung mengeluarkan gawai mereka menuju ke gerbang keberangkatan. Karena masih jarak pendek cukup tiket tanpa kelengkapan dokumen tes kesehatan. 

The Power of Mruput 


"Budal peteng muleh spaneng
budal peteng muleh gendeng
budal peteng muleh seneng" 


Pimpongan 

Kereta Api Tumapel menjadi armada andalan para penglaju Malang - Surabaya dan Surabaya - Malang. Dengan tiket yang harganya sangat ramah di kantong. Murah meriah masih di bawah 20 ribu. Untuk para penglaju tentu perlu. Tapi resikonya bangun pagi dan di kereta bisa tidur kembali. Kalau dari Stasun Waru kereta ini kembali ke Malang pada pukul 21:00 WIB. Telat sedikit sudah tinggal minggat. Jika kita menjadi pengguna kereta, pesawat dan bus malam, perlu menerapkan manajeman waktu secara baik dan cermat. 

dari Kereta 6


Masuk dalam kereta pada rangkaian paling belakang telah terisi beberapa penumpang. Banyak helm bergelantungan. Para penumpang 'meteran' -sebutan untuk penumpang jarak pendek- naik turun dan berganti pada setiap pemberhentian di stasiun. Total ada beberapa berhenti tidak biasa karena persilangan dengan kereta lain. Seperti kereta Jayabaya di Stasiun Wonokerto dan Kereta Dhoho/Penataran pagi di Stasiun Porong. Sepanjang perjalanan pendingin udara merk Sharp berukuran besar yang terpasang dua biji di setiap kereta bekerja maksimal tapi tidak terlalu menggigil juga. Itulah perlunya menggunakan baju lengan panjang atau jaket selama perjalanan kereta api hari ini . Tidak ada lagi angin jendela seperti masa lalu tapi menggunakan mesin pendingin udara. 

Lavatory inpection

Pada masa pandemi seperti saat ini, perlunya menggunakan baju lengan panjang. Membawa handsanitizer dan tetap mengenakan masker standar sehat pada setiap kesempatan. Termasuk sepanjang perjalanan kereta api. Sesampai rumah lepas semua baju, cuci dan mandi keramas sampai bersih. 

Karcis Parkir 

Walaupun kereta telat sekitar 8 menit dari jadwal semestinya. Terbukti naik kereta pagi bisa menghemat energi dan ramah di kantong. Biaya tiket 10k dan parkir 7k. Jika musim kemarau saya lebih memilih naik motor karena sambil jalan-jalan tipis-tipis. Mencari inspirasi sepanjang aspal. Kalau di kereta bawaannya ingin tidur karena berangkat pagi. Budal peteng muleh ....seneng. Salam satu rel. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kereta Tumapel 10k : Malang-Surabaya Budal Peteng Muleh Peteng"

Post a Comment