Kartun Anti Hoax, partisipasi Festunesia I (Behind The Scene)

Manusia adalah makhluk yang haus infomasi. Informasi apapun diterima, ditarfirkan bahkan ditransfer kepada manusia yang lain. Tapi belum tentu informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan, aktual, faktual dan tidak berpihak. Era digital menjadikan pernyebaran informasi berlangsung sangat cepat. Termasuk informasi yang tidak jelas juntrungannya. Berita palsu, kabar bohong, informasi hoax menjadi makanan sehari-hari konsumen media yang tidak menerapkan saring sebelung sharing. 

Media me-Mediasi by me (A3 mixing technique)

 

Menanggapi fenomena itu Pakarti (Persatuan Kartunis Indoensia) mengadakan lomba kartun sekaligus bagian dari rangkaian Festival Kartun Indonesia I. Bertema Kartun Anti Hoax !. Hoax menyebar kemana-mana. Dari pembicaraan orang besar sampai tema tongkrongan di warkop kopi tepi jalan. Saya mengirimkan satu gambar dengan tema komunikasi yang terhalang oleh 'setan' hoax. Perekayasa proses setengah langkah antara komunikan dengan komunikator. 

Paling lambar 14 November 2020

Perserta bisa mengirimkan maksimal tiga karya dengan besar kertas A3. Jika biasa menggambar di kertas A4 untuk menggambar di kertas A3 dengan waktu yang mepet cukup berat. Ide sudah terangai tapi eksekusi dan finisihing gambar yang terengah-engah. Kemalasan dan sering menunda membuat sibuk pada detik-detik sebelum deadline. Lantas bagaimana menyiasati teknik untuk menggambar di kertas yang telah ditentukan oleh panitia. Scanner saya hanya maksimal di kertas F4 atau folio. Inilah cara jitu, rahasia dapur menggambar irit tanpa ke tukang scan ukuran kertas besar. 

Step 1


Keterbatasan ruang pada mesin scanner Lite Canon yang tidak bisa menampung kertas ukuran A3 dapat disiasati dengan menggambar secara terpisah. Loh kok bisa bagaimana caranya? Ambil tiga lembar kertas A4. Masing-masing gambar tempatkan pada satu lembar yang telah ditentukan. Buat perkiraaan untuk gambar yang saya. Kali ini saya menggunakan kaleng mainan telepon benang dengan ukuran yang sama. Karena gambar menekankan pada proses komunikasi yang disusupi oleh 'setan' hoax. 

Step 2

Setelah satu gambar selasai lanjut ke kertas kedua, menggambar lawan bicara. Supaya ada kesetaraan gender daya buat komunikasi antara perempuan dengan laki-laki. Gaya ngobrol dengan raut muka serius padahal belum tentu kabar yang disampaikan terjamin kebenarannya. Proses komunikasi dua arah membutuhkan proses dan media dalam bentuk alat. Seperti mainan jaman jadul dulu ketika anak kecil belum akrab dengan gawai daring seperti sekarang ini. Lha wong nelpon di telepon umum koin seratusan saja senangnya minta ampun. 

Step 3


Gambar terakhir tapi bukan proses terakhir. Karena perjalanan pewarnaan dan finishing masih panjang. Menggambar 'setan' perusak komunikasi yang baik dengan menyebarkan berita hoax. Kabar bohong disebarkan di tengah proses komunikasi. Itu kelakuan setan yang menjadi penghubung terpercaya antara manusia dengan tiket neraka. Hoax bisa membuat orang terjerumus dalam persepsi yang tidak jelas, keras kepala dan ngamukan. Karena dianggap argumen dia yang paling benar. Setan pasti tertawa jika ada orang yang ngotot pada 'kebenaran' info yang baru didapat tanpa proses saring sharing yang bijak. 

Gabungkan dan Finishing 

Setelah semua tergambar. Masing-masing gambar di scan dan menggunakan sotoshop (saya pakai Adobe Photoshop CS3) versi jadul tapi handal, ketiga gambar disatukan dalam satu media kertas A3 (New-tab). Setelah gambar jadi satu proses selanjutnya dilakukan pewarnaan dengan bermain pada layer dan jangan lupakan harmoni warna. Kartun sederhana tapi harus mengena. 

Itulah sedikit curcol saya untuk berpartisipasi dalam Festunesia I pada detik-detik terakhir menjelang deadline. Menggambar tidak seintensif sebelum menekuni dunia riset, nulis dan mancing. Tapi tidak boleh meninggalkan aktivitas cerdas yang menyenangkan orang dengan humor dan perenungan mendalam ini. 
Selamat Ulang Tahun 
Terima kasih Pakarti 
Semoga semakin bersinar dan kartun Indonesia mendunia 


Update Jumat Siang 18 Desember 2020. Namaku tidak ada di daftar nominator. Yang penting berpartisipasi dalam  Perhelatan Festival Kartun Indonesia  telah diikuti oleh 374 kartunis dari 48 Negara yang mengirimkan 1496 karya.

Berikut ini 80 nominator FKI 1 2020.
1. Hule Hanusic – Austria
2. Marina Gorelova – Belarus
3. Silvano Mello – Brasil
4. Tsocho Peev – Bulgaria
5. Liu Qiang – China
6. Sunshenying – China
7. Zapata Mora – Colombia
8. Roberto C Rodriguez (Voland) – Cuba
9. Tvg Menon – India
10. Abdul Qodir – Indonesia
11. Abdul Qodir – Indonesia
12. Abidin Zainal – Indonesia
13. Amoeng Makmun Bungsu – Indonesia
14. Amoeng Makmun Bungsu – Indonesia
15. Amoeng Makmun Bungsu – Indonesia
16. Dodot Asmoro – Indonesia
17. Ardy Pratama – Indonesia
18. Aries Nugroho – Indonesia
19. Arintoko – Indonesia
20. Ashady – Indonesia
21. Atmaja Septa Miyosa – Indonesia
22. Ayun Wahyu – Indonesia
23. Bambang Marsantriantono – Indonesia
24. Bambang Sulistyo – Indonesia
25. Budi Setyo Widodo – Indonesia
26. Dhieyu Wahyudi – Indonesia
27. Edy Dharma – Indonesia
28. Edy Dharma – Indonesia
29. Faisal Ua – Indonesia
30. FX Soekamto – Indonesia
31. FX Soekamto – Indonesia
32. Gatot Eko Cahyono – Indonesia
33. Heru Garsita – Indonesia
34. Itok Isdianto – Indonesia
35. Itok Isdianto – Indonesia
36. Ius Yunias – Indonesia
37. Kezia Intan – Indonesia
38. M. Qomarudin – Indonesia
39. Marshella Sari – Indonesia
40. Mohammad Nasir – Indonesia
41. Muchid Rahmat – Indonesia
42. Pratiwi Ambarwati – Indonesia
43. Putu Suarya Soethama – Indonesia
44. Rahardi Handining – Indonesia
45. Slamet Sugiyanto – Indonesia
46. Soeprie Ketjil – Indonesia
47. Sudi Purwono – Indonesia
48. Suhendra – Indonesia
49. Sutarno – Indonesia
50. Suyono – Indonesia
51. Thomdean – Indonesia
52. Tiyok Black – Indonesia
53. Tyud Tahyudin – Indonesia
54. Ahmad Reza Sohrabi – Iran
55. David Hafez – Iran
56. Haleh Kazemzadeh – Iran
57. Syaifuddin Ifoed – Indonesia
58. Mugi Suryana – Indonesia
59. Pujiyanto – Indonesia
60. Supriyanto Narsim – Indonesia
61. Yan Baptista Teguh – Indonesia
62. Risha Afiska – Indonesia
63. Aan Adi Jaya – Indonesia
64. Abani Kumar Rath – India
65. Ameen Alhabarah – Saudi Arabia
66. Apat Supriyono – Indonesia
67. Gabriel Lopez – Mexico
68. Gom Tobing – Indonesia
69. Igor Smirnov – Indonesia
70. Izabela Kowalska Wieczorek – Poland
71. Kerem Yuce – Turkey
72. Muammer Olcay – Turkey
73. Nasif Ahmed – Bangladesh
74. Paylaz Kiraz – Turkey
75. Raed Khalil – Syria
76. Rossem – Malaysia
77. Sergeii Riabokon – Ukraine
78. Simone Luz - Switzerland
79. Sumarno – Indonesia
80. Voloshyn Niko – Ukraina

Keterangan:
Nama-nama yang ditulis lebih dari sekali menunjukkan jumlah karya yang masuk nominasi.

Selamat kepada para nominator. Salam Kreatif. 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kartun Anti Hoax, partisipasi Festunesia I (Behind The Scene) "

Post a Comment